• BG Classic – Morning and Evening
  • Memahami Waktu Tuhan

    Mujizat pasti terjadi apabila Tuhan senantiasa hadir di tengah-tengah keluarga kita. Secara garis besar mujizat Tuhan bagi umat-Nya meliputi: mujizat Ilahi: mujizat supranatural yang dilakukan Tuhan dalam hidup orang percaya, contoh: kusta menjadi tahir, wanita pendarahan 12 tahun sembuh, buta sejak lahir dicelikkan; mujizat pelipatgandaan: kesanggupan Tuhan memberkati dari yang sedikit menjadi berkelimpahan seperti yang […]

  • BG Classic – Morning and Evening
  • Mencari Kehendak Tuhan

    “Tetapi aku, kepada kasih setia-Mu aku percaya, hatiku bersorak-sorak karena penyelamatan-Mu.” Mazmur 13:6a Adakalanya dalam perjalanan hidup ini kita harus melewati masa-masa yang sangat sulit dan kelam seperti Daud. Setelah menempuh perjalanan yang sangat jauh dan melelahkan, lari dari satu tempat ke tempat lain, bersembunyi dari satu lembah ke lembah lain (karena terus dikejar-kejar Saul […]

  • BG Classic – Morning and Evening
  • ‘Tak Pernah Sendiri

    “Waktu aku takut, aku ini percaya kepada-Mu; kepada Allah, yang firman-Nya kupuji, kepada Allah aku percaya, aku tidak takut.” Mazmur 56:4-5 Di hari-hari seperti sekarang ini tak bisa dipungkiri banyak orang dihantui rasa takut. Banyak faktor yang membuat orang menjadi takut: keadaan ekonomi yang buruk, nilai mata uang rupiah yang merosot, bencana alam terjadi di […]

  • BG Classic – Morning and Evening
  • Menjadi Tenang

    Hari-hari ini banyak orang mudah sekali terpancing emosi dalam bertindak alias tidak tenang. Karena tidak tenang kita pun sering keliru dalam membuat keputusan, sehingga ini berimbas kepada tindakan yang ceroboh. Rasul Petrus menasihati orang percaya untuk bisa menguasai diri dan tetap tenang di segala situasi supaya dapat berdoa. Ketika kita dalam posisi tidak tenang, panik, […]

  • BG Classic – Morning and Evening
  • Takut dan Taat

    Orang yang takut akan Tuhan adalah orang yang mau berjalan dalam tuntunan Tuhan. Artinya memiliki keberanian untuk tunduk sepenuhnya kepada kehendak Tuhan, apa pun keadaannya. Tuhan Yesus tunduk sepenuhnya-Nya kepada kehendak Bapa sehingga Ia berkata: “…janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” (Matius 26:39). Untuk menikmati berkat Tuhan tidak ada jalan lain, kita […]

  • BG Classic – Morning and Evening
  • Doa Sebagai Gaya Hidup

    Keberadaan Roh Tuhan di zaman Perjanjian Lama berbeda dengan zaman Perjanjian Baru. Di Perjanjian Lama, yang dimaksud bait Roh Tuhan adalah mengacu kepada bangunan yang dibangun oleh Salomo. Sedangkan di Perjanjian Baru Roh Tuhan berkenan tinggal di dalam diri setiap orang percaya secara permanen, sehingga tubuhnya disebut bait Roh Kudus (ayat nas). Jadi bait Tuhan […]

  • BG Classic – Morning and Evening
  • Lompatan Iman

    Kuda melambangkan kekuatan, kecepatan dan juga ketangkasan. Semua yang ada pada kuda (kekuatan, kecepatan, ketangkasan) itu berasal dari Tuhan; Dia yang melengkapinya. Tuhan pernah berkata kepada Ayub, “Engkaukah yang memberi tenaga kepada kuda? Engkaukah yang mengenakan surai pada tengkuknya?” Maksud perkataan Tuhan ini adalah untuk menegaskan kepada Ayub bahwa Ialah yang memberi kekuatan kepada kuda. […]

  • BG Classic – Morning and Evening
  • Fokus pada Berkat

    Peristiwa keluarnya bangsa Israel dari tanah perbudakan di Mesir menuju tanah Perjanjian, yaitu Kanaan, sangat menarik untuk disimak dan dijadikan pelajaran yang sangat berharga bagi kita. Di sepanjang perjalanan Tuhan menyatakan kasih dan perlindunganNya sehingga dengan mata kepala mereka sendiri mereka melihat betapa Tuhan sangat memperhatikan mereka. Bukti penyertaan Tuhan diwarnai tanda khusus yang berupa […]

  • BG Classic – Morning and Evening
  • Percaya Penuh

    Berita tentang berbagai macam masalah dan kesusahan setiap hari menjadi menu utama di berbagai media massa dan televisi. Semua hal yang buruk itu tidak hanya terjadi di negara kita tetapi melanda semua negara di dunia ini. Dampak dari semua keadaan itu begitu luar biasa. Orang ‘kecil’ kian menjerit karena krisis ekonomi, dan hampir semua orang […]

  • BG Classic – Morning and Evening
  • Mencintai Perkara Kecil

    Penulis sering mendengar keluhan dari banyak anak muda Kristen perihal pelayanan mereka di gereja. Keluh mereka, “Pelayanan di gereja cuma begitu-begitu saja, tidak ada peningkatan. Sudah capai melayani, yang hadir cuma sedikit. Malas ah jadi singer terus.” Kemalasan seringkali melanda anak-anak Tuhan, apalagi bila disinggung tentang pelayanan. Kita ogah-ogahan dan tidak setia terhadap tugas yang dipercayakan. Kita inginnya melayani Tuhan dalam skala yang lebih besar, langsung di atas mimbar atau terlibat dalam pelayanan yang besar dan spektakuler sehingga banyak orang mengenal siapa kita. Benar apa kata Alkitab bahwa tidak mudah menemukan orang yang setia sebagaimana juga dikatakan oleh Salomo, “Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya.” (Amsal 20:6).

    Harus kita ketahui bahwa setiap hal yang besar akan datang dari hal-hal yang kecil. Ketika kita setia dalam perkara yang kecil, yang mungkin tidak berarti di mata manusia, itu sebenarnya adalah proses memperkuat kapasitas diri kita untuk dapat dipercaya mengemban tugas dan tanggungjawab yang lebih besar. Contoh tak asing bagi kita adalah perumpamaan tentang talenta: ada 3 orang hamba yang dipercayakan harta oleh tuannya. Yang pertama diberi 5 talenta, kedua diberi 2 talenta dan yang ketiga diberi 1 talenta sesuai dengan kesanggupan mereka masing-masing (baca Matius 25:15). Hamba pertama dan kedua dengan setia mengembangkan talenta yang dipercayakan kepada mreka, dan beroleh laba. Ketika tuannya datang mereka beroleh pujian: “Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.” (Matius 25:23).

    Tidak demikian dengan hamba yang ketiga. Dia tidak mau mengembangkan talenta yang dipercayakan kepadanya walaupun jumlahnya kecil, sehingga ketika tuannya datang, apa yang diberikan kepada hamba itu diambil darinya. Dan hamba yang tidak setia itu akhirnya dicampakkan “…ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.” (Matius 25:30).