Seorang Kristen Yang Berbahagia

 

“Dan Tuhan akan menuntun engkau senantiasa dan akan memuaskan hatimu di tanah yang kering, dan akan membaharui kekuatanmu; engkau akan seperti taman yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan.” Yesaya 58:11

(Disarankan Bacaan lebih lanjut: Kisah Para Rasul 16: 6-15)

Tuhan akan menuntun mu senantiasa. Perhatikan kata “akan”- ‘Tuhan akan menuntun engkau.’ Betapa meyakinkan kata itu terdengar! Betapa meyakinkannya kalimat itu, bahwa Allah tidak akan meninggalkan kita! Kata akan yang dijanjikannya  dan kehendak-Nya  adalah lebih meyakinkan daripada sumpah seorang laki-laki. “Aku tidak akan pernah meninggalkan engkau dan tidak akan mengabaikan engkau; Aku tidak akan pernah meninggalkan engkau.”
Kemudian perhatikanlah keterangan bahwa Ia ‘senantiasa’.
Kita tidak hanya akan dituntun nya  kadang-kadang atau diwaktu tertentu saja, melainkan kita diperhatikan Nya selamanya; tidak sesekali kita dibtinggalkan dan menumbuhkan pemahaman kita sendiri, dan sehingga untuk berjalan, kita terus mendengar suara yang membimbing dari Gembala Agung; dan selagi kita mengikuti dekat di belakangnya kita tidak akan berbuat salah, tapi dipimpin oleh cara yang tepat menuju kota tempat tinggal kita.

Anda mungkin, pernah, mengalami situasi seperti sedang berada di dalam labirin, dan Anda merasakan bagaimana sulitnya untuk menemukan jalan menuju senter atau inti. Namun terkadang ada seorang bertengger ditempat yang tinggi dan melihat seluruh labirin terbentang luas di hadapannya seperti peta, dan dia memanggil Anda untuk berbelok baik ke kanan atau ke kiri, dan jika anda mendengarkan dan mengikuti arahannya Anda segera menemukan jalan menuju senter tersebut. Begitulah pula labirin hidup, yang hanya labirin bagi kita manusia, tapi Tuhan bisa melihat semuanya. Dialah yang memerintah alam semesta, Tuhan melihat ke bawah labirin dari atas, layaknya seorang laki-laki memandang sebuah peta; dan jika kita mencari dia, dan jika kita terus berkomunikasi dengan Nya kita akan berhasil mencapai tujuan kita dengan mengikuti suara dan arahanNya.

 

Untuk meditasi:

Seperti dalam kebanyakan labirin, kita memasuki kehidupan Kristen melalui satu pintu, Tuhan Yesus Kristus (Yohanes 10: 9) dan kepala untuk satu tujuan-langit. Tapi jalan yang salah akan mengarahkan kita ke jalan buntu ketika kita gagal untuk mematuhi panduan yang seharusnya kita ikuti. Kemudian kita harus berbalik, meninggalkan cara yang salah dan mencari Tuhan untuk cara yang benar yaitu bertobat. Kadang-kadang kita mungkin tidak tahu jalan mana yang seharusnya  diambil atau bahkan mungkin menemukan diri kita hanya berputar-putar, dan ternyata tidak bergerak mendekati tujuan kita. Kita kemudian harus terus berjalan dengan iman, selalu mencari Tuhan untuk pembimbingan. Dia adalah pemberi pertobatan (2 Timotius 2:25) dan iman (Efesus 2: 8) pada awal dan seluruh kehidupan umat Kristen.

Leave a Reply